Dinsos dan Bolug Saling Lempar Bantuan Rastra, LSM LIRA Gelar Audensi Ke Bulog Sampang

0
707
LSM LIRA saat lakukan Audensi ke Bulog Pamekasan

Sampang, Bongkar86. Com – Puluhan Aktifis yang tergabung dalam LSM Lumbung Informasi Rakyat ( LIRA ) Kabupaten Sampang,Madura Jawa Timur. Kali ini menggelar Audensi di Bulog Pamekasa Kabupaten setempat. Menanyakan pendistribusian Bansos Rastra diKabupaten tersebut selama ini mengalami keterlambatan terhadap penerima.

Dalam Audiensi yang dilakukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Sampang terhadap Bulog, diterima langsung oleh Bapak Didik selaku Staf Gudang Bulok Kabupaten Sampang. Rabu (28/03/2018).

Bantuan Sosial Rastra di Kabupaten Pamekasan tidak merata dan sering terlambat penyalurannya terhadap para penerima, hal ini merupakan keteledoran dari pihak Bulog maupun Dinas Sosial apalagi keduanya saling lempar terhadap kendala kerlambatan penyaluran tersebut, ” Kata Bupati LIRA Sampang Sudar, SE.

Menurutnya pihak bolog dan Dinas Sosial Kabupaten Sampang tidak saling lempar masalah tersebut, seharusnya pihak bulok melakukan evaluasi agar hal-hal seperti ini agar tidak berulang, ” jelasnya Sudar. Rabu 28/3/2018.

“Lanjut Sudar, Kami saat ini membawa sampel Rastra penyaluran di Kecamatan Karang Penang yang kurang maksimal, bukan berarti tidak ada kesalahan yang sama di Daerah lain, kami menduga jika tidak ada surat ini beras di Karang Penang tidak akan disalurkan dengan baik,” terangnya.

Sementara Staf Gudang Bulog Pamekasan Didik membantah tuduhan tersebut, menurutnya tanpa adanya penebusan rastra ini tidak ada alasan bagi bulog untuk tidak melakukan penyaluran. Kecuali, kendala ada pada Daerah itu sendiri.

“ Terkait malasah Bansos rastra di Kecamatan Karang Penang saat itu jadwal pendistribusiannya meminta untuk menunda. Sehingga kami melakukan dan harus menunggu waktu luang berikutnya karena benturan dengan jadwal Daerah lain, kami tetap melakukan pendistribusian sesuai jadwal yang telah kita sepakati bersama Dinsos,” jelasnya.

Didik juga mengaku sering mengalami kendala penolakan dari Desa saat pendistribusian, sehingga pihaknya tak mau mengambil resiko lantaran biaya transportasi juga bertambah jika itu harus dibawa kembali.

“Kami sempat ditolak oleh Desa karena Kepala Desanya tidak ada, sehingga harus dibawa pulang dan yang jelas itu menambah anggaran transportasi.

Menanggapi hal itu Didik selaku Staf Bulok Pamekasan berjanji bahwa penyaluran rastra di Kabupaten Sampang ini akan tersalur semua dengan baik kedepannya,” pungkasnya(dody/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here