Dilecehkan, Ratusan Kader PMII Sumenep Demo Kampus Unija Minta Oknum Dosen Ditindak Tegas

0
790

Sumenep, Bonglar86. Com – Dengan Adanya dugaan pelecehan oleh salah satu oknom Dosen Universitas Unija, Ratusan Kader PMII Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, lakukan Demontrasi didepan Gedung Rektorat Universitas Wiraraja (Unija). Selasa (2/10/2018)

Diketahui salah satu oknom dosen tersebut mengatakan jika “PMII senang akan uang”, tidak berhenti disitu saja oknom tersebut menantang agar perkataannya dilaporkan ke seniornnya dan mengatakan jika oknom tersebut tidaklah takut pada senior.

Oleh sebab itulah ratusan kader PMII se Sumenep meminta agar pihak Universitas memproses tindakan dosen tersebut dan memberikan sangsi tegas kepada oknom dosen tersebut.

Selain itu pula mereka menuntut pihak universitas melakukan jumpa pers dalam rangka meminta maaf kepada PMII secara kelembagaan.

“Jika kedua permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi oleh pihak Universitas, maka kami akan melakukan Demontrasi susulan dengan jumlah kader yang lebih banyak”, tegas Adi Putra Selaku Pengurus Cabang PMII Sumenep.

Puntra manegaskan deadline untuk menyelesaikan persoalan ini sampai hari jum’at, jika pihak ubiversitas tidak mengambil tindakan sampai deadline yang sudah ditentukan, maka dilakukan aksi susulan dengan jumlah massa yang lebih banyak.

“Kami kometmen akan kembali lagi ke tempat ini dengan jumlah massa yang lebih banyak, jika pihak universitas tidak segera mengambil tindakan, karena ini menyangkut kelembagaan maka kemunkinan besar kader PMII diluar sumenep akan ikut serta dalam aksi susulan”, pungkasnya.

Sementara Dekan Fakultas Hukum Abshoril Fithry, menimpali terkait persoalan tersebut sudah dilakukan proses, namun pihaknya pihaknya menyatakan masih belum bisa menghakimi oknom dosen tersebut.

“Dalam fakultas Hukum ada istilah asas praduga tak bersalah, jadi untuk menghakimi oknom dosen tersebut nantinya harus lewat dewan kehormatan Kampus Universitas Wiraraja”, paparnya.

Lanjut Abshoril, karena ini persoalan oknom maka harus diselesaikan dengan secara oknon juga. “Jika memang dirasa melecehkan silahkan laporkar ke pihak berwajib”, tukasnya.( Fei/Apo ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here