Demo Bupati Pamekasan Soal Tembakau, Massa Nyaris Bentrok Dengan Polisi

0
91

Pamekasan, Bongkar86. Com – Puluhan Massa yang tergabung dalam Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) dan Institut Kajian dan Riset Daerah (Ikred) Nyaris bentrok dengan Satuan Samapta Bhayangkara (Sat Sabhara) Polres Pamekasan.

Massa nyaris bentrok dengan aparat lantaran memaksa masuk dengan mendobrak pintu masuk kantor Bupati Pamekasan, Selasa (10/09/2019).

Pantauan Bongkar86.com di Lapangan, kejadian tersebut massa terlihat mendobrak pintu masuk yang hanya dikawal oleh dua satuan polisi pamong praja.

Sementara, di belakang dua satpol PP tersebut, puluhan Sat Sabhara siaga dengan menegakkan Senjata Jenis Softgun ke udara.

“Awas pak polisi jangan sampai kasar, karena kami datang hanya minta ditemui untuk mendapatkan kejelasan soal janji bupati terkait harga tembakau,” Terang Musfik, Korlap aksi.

Akibat massa yang memaksa masuk, KBO Sat Sabhara Polres Pamekasan, Yudhas, sempat memerintahkan pasukakannya untuk tetap siaga mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Yudhas bahkan memperingatkan agar massa mundur berada di luar gerbang pintu masuk dengan mendorong para massa aski
“Mundur, ayo mundur, awas Pasukan, siap, ” Perintah Yudhas.

Massa aksi kemudian mundur hingga berada di depan pintu masuk, namun tetap meminta agar ditemui oleh pemerintah kabupaten pamekasan. Massa juga memperingatkan agar aparat tidak main hakim sendiri lantatan mereka hanya ingin meminta ditemui pemerintah terkait tuntutannya.

“Kami kesini, ingin meminta kejelasan agar pemerintah bisa memaparkan tentang minimnya harga tembakau itu,” terang musfik.

Lebih lanjut, musfik mengatakan, saat ini harga tembakau menjadi permainan pabrikan sehingga banyak petani yang mengeluh. Bahkan, beberapa gudang justru dinilai sengaja tidak membeli tembakau petani.

“Tolong jelaskan pada kami, agar nasib para petani tembakau bisa sejahtera,”

Beberapa menit kemudian, massa ditemui oleh Kadisperindag Pamekasan, Bambang Edy Suprapto.

Di depan massa aksi, Bambang menjelaskan jika harga tembakau sudah merupakan kesepatakan antara asosiasi petani, pabrikan, dengan pemerintah.

“Itu sudah kesepakatan, namun kami tetap akan tindak lanjuti.(din/yog/rest).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here