Cuaca Buruk Dua Minggu Warga Bertahan diPelabuhan Kalianget , Sembako Milik Warga Kepulauan Mulai Membusuk

0
381

Bongkar86.com – Cuaca ekstrem yang melanda perairan wilayah Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyebabkan kapal jurusan kepulauan tak bisa berlayar dalam dua minggu terakhir ini. Akibatnya, banyak barang bawaan milik calon penumpang mulai membusuk.

Pantauan di lokasi, sejumlah sembako milik calon penumpang jurusan Pulau Raas sudah terlihat membusuk. Seperti tomat, cabai, kubis, dan bawang. Tidak hanay itu, persediaan kebutuhan hidup selama mereka tertahan di Pelabuhan III Kalianget juga mulai menipis.

Salah seorang calon penumpang jurusan Pulau Raas, Sugik mengaku sudah sekitar dua minggu ia dan puluhan calon penumpang lainnya tertahan di ruang tunggu pelabuhan III Kalianget. Meski demikian, dia mengaku masih belum menemui kepastian kapan kapal akan berangkat.

“Pihak operator kapal tiba-tiba menggagalkan keberangkatan kapal tanpa pemberitahuan sebelumnya. Padahal kita sudah membeli tiket dan berada di atas kapal,” kata Sugik, Selasa (30/1/2018).

Menurut Sugik, batalnya keberangkatan kapal membuat dirinya dan puluhan penumpang lain merasa dirugikan. Pasalnya, sejumlah sembako yang akan dibawa ke kapung halaman mulai membusuk. “Yang jelas kami sudah merugi ini. Sembako yang kami beli banyak membusuk,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, dirinya beserta penumpang lain merasa kecewa dengan dibatalkan jadwal pemberangkatan kapal. “Seandainya operator kapal sebelumnya ada pemberitahuan kalau kapal tidak bisa berangkat. Kami tidak akan beli tiket dan terburu-buru ke pelabuhan,” sergahnya.

Calon penumpang lain, Moh. Tarib mengaku, ditundanya pemberangkatan kapal, menyebabkan dirinya merugi sekitar Rp 1.500.000. Sebab, barang dagangan miliknya banyak yang membusuk, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan tomat.

“belum tahu kapan kapal akan berangkat. Tapi yang jelas keberadaan kami disini, mulai mengurangi persediaan kami selama bertahan di pelabuhan. Kami berharap pemerintah setempat bisa memberi bantuan untuk memenuhi kebutuhan kami selama tertahan di pelabuhan,” imbuhnya.

Sementara Petugas Keselamatan Berlayar Kesyahbandaran Kalianget, Williyanto mengungkapkan, berdasarkan imbauan dari BMKG setempat, pihak operator kapal tidak diperbolehkan berlayar untuk sementara waktu, karena ketinggian ombak di perairan Sumenep mencapai sekitar 2-4 meter.

“Semua aktivitas pelayaran kami hentikan untuk sementara. Karena cuaca di perairan Sumenep buruk, tinggi gelombang hampir 4 meter. Jadi kami minta kepada penumpang untuk bersabar terlebih dahulu,” ungkapnya (Apo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here