Cegah Kekerasan Pada Anak, Disdik Sumenep Lakukan Sosialisasi Ke Semua Sekolah dengan Semboyan Bepak Bebuk Guru Rato

0
334
Kepala Dinas Pendidikan Sumenep,H.Sadiq saat menjadi Inspektor Upara Bendara disalah satu Sekolah Dasar

Semunenp, Bongkar86.Com – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep,Madura Jawa Timur. Melakukan Sosialisasi mengantisipasi atas kekerasan terhadap anak dan cara menghormati baik Guru Pengajar maupun Orang tua sendiri.

Kegiatan tersebut dalam rangka menfasilitasi komitmen masyarakat, komitmen bersama bahwa kita harus senantiasa menghindari adanya kekerasan terhadap anak dan kelerasan berbentuk apapun yang sifatnya fisik itu dilarang keras artinya tidak boleh terjadi di sekolah maupun diluar sekolah, ” Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, H.Sadiq melalui Kabid Pembinaan SD Drs.Fajarisman,MH

Menurutnya sebelum terjadi kekerasan terhadap anak didik, kita saling mengingatkan atau informasi dan mutifasi bagaimana membangun komitmen spekonder masyarakat. Sehingga hal itu tidak terjadi kekerasan pada anak didik kita yang terkait dengan pendidikan, ” jelasnya Fajar.Rabu 28/3/2018.

“Sedangkan Dinas Pendidikan untuk mengantisipasi kekerasan pada anak didik di sekolah mempunyai semboyan yaitu (Bepak Bebuk Guru Rato ) yang artinya Bapak Ibu Guru Ratu, bahasa itu sangat fondamintal karena itu adalah bahasa komitmen leluhur Bangsa,komitmen masyarakat dan pentingnya kita menghormati dengan bahasa madura Bepak Bebuk Guru Rato jadi komponin – komponin itu yang kita hormati, takdimi, dan bahasa itu kita jadikan panutan atas keberhasilan derajat kita yang lebih terhormat dan lebih baik, ” terangnya.

Lanjut Fajar panggilan akrabnya menjelaskan untuk mendidik anak supaya anak tersebut bisa menghormati yang lebih tua ataupun guru dan orang tua itu di mulai sejak sekolah dasar ( SD ). Dan paling tidak kebiasaan SDM nya terbangun contoh-contoh yang prastis bagaimana kita menghormati yang tua,bagaimana yang tua bisa menyayangi yang mudah. Sehingga kita harus saling menghormati dan menghargai itu adalah suatu contoh toladan yang ditanamkan oleh Rulosulullah. Supaya kekerasan pada anak tidak akan terjadi baik di sekolah maupun di luar sekolah,” paparnya.

“Kami berharap kekerasan tersebut supaya di Kabupaten Sumenep tidak terjadi seperti di Kabupaten Sampang yaitu anak didik menghajar atau menghabisi gurunya sampai meninggl dunia,mudah-mudahan di Sumenep ini khususnya di sekolah tidak terjadi seperi itu,” pintanya.

Sehingga kami untuk menghindari hal-hal seperti itu pihak Dinas Pendidikan mengambil langka seperti melaksanakan upacara sekolah,pembinaan ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Sumenep yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumenep,H.Sadiq, supaya kekerasan pada anak didik tidak terjadi cukup yang di Sampang yang terakhir bagi kami,” harapnya.

“Sekecil apapun peran kita miliki baik peran sekolah ,masyarakat yang terkait dengan pendidikan untuk saling bahu membahu mengingatkan,menghinformasikan agar terhindar dari sarana tingkatan-tingkatan kekerasan tersebut.( apo ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here