Bupati A. Busyro Karim Buka Dialog Lintas Agama dan Pengukuhan FPKUB Sumenep

0
156
Foto: suasana dialog lintas agama tahun 2019 di aula hotel Utami dibuka langsung Bupati Sumenep, A. Busyro Karim

Sumenep, Bongkar86. Com – Bupati A. Busyro Karim membuka Dialog Lintas Agama Tahun 2019 dan Pengukuhan Forum Pemuda Kerukunan Umat Beragama (FPKUB) di aula Hotel Utami, Kecamatan Kota, Sumenep, Madura Jawa Timur. Sabtu 14/09/2019

Mahfud Rahman Selaku Ketua FPKUB Kabupaten Sumenep dalam laporannya mengatakan dengan puji syukur Alhamdulillah di Kabupaten Sumenep sudah kondusif tidak ada masalah , kita sering kordinasi dan adakan dialog tiap bulan sekali di FPKUB tentang bagaimanana mengantisipasi serta membicarakan kerukunan antar sesama. Bahkan, kita rajut dan kita bangun tolerasi dan kerukunan di sumenep.

Foto: Bupati Sumenep, A. Busyro Karim

Menurutnya, selama ini masih bisa ditekan artinya tidak sampai terjadi sesuatu. indikasi gerakan ada namun tidak begitu Nampak. Kami dari FKUB sudah sering mengatakan dengan Dinas Kesbangkol dan sosialisasi pembinaan ke kecamatan-kecamatan dan juga seluruh tokoh-tokoh agama yang ada di Kabupaten Sumenep yang kita cintai.

Kita harus sama-sama menjaga dan merajut kebersamaan dan kerukunan agar Indonesia tetap jaya, NKRI harga mati pancasila jaya itu yang harus kita pegang.

Mahfud menambahkan, di sumenep tidak ada yang berpotensi memecah kerukunan, selama ini tidak kami rasakan. Dan langkah-langkah mengantisipasi radikalisme itu sendiri salah satunya dengan dialog dan kita sering adakan kegiatan-kegiatan seperti ini dan terbuka ke kecamatan-kecamatan dan kepelosok-pelosok.

Mahfud menegaskan, dengan cara kerja sama dengan tokoh-tokoh ulama dan tokoh lintas agama insyaallah akan bisa menciptakan kerukunan lintas agama.

Sementar Dalam sambutannya Bupati Sumenep, A. Busyro Karim menyampaikan,pihaknya sangat mengapresiasi terhadap kepengurusan FPKUB tahun-tahun sebelumnya dan bisa terus banyak langkah-langkah yang harus dilakukan kepengurusan yang baru dilantik. Sebab yang baru tidak sama dengan tahun yang lalu.

Foto: suasana pengukuhan FPKUB Sumenep

Melakukan kegiatan-kegiatan tidak sekedar ada nama FPKUB tetapi nampaknya harus banyak terobosan-terobosan dalam rangka menjaga kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama di kabupaten sumenep.

Menurut A. Buya, pada era digital seperti sekarang ini tantangan yang ada di antaranya adalah trans ideologi yang sudah masuk di tengah-tengah kita. Bahkan Ideologi-ideologi besar di dunia kita sudah bisa sarapannya adalah ideologi internasional yang ada di kehidupan sehari-hari, contohnya bangun tidur pegang hp buka internet.

A. Buya menambahkan, Kalau dulu ada di dunia yang lain, di tempat yang lain, di sudut dunia yang lain tapi pemikiran itu sekarang tidak perlu membaca buku. Kalau kita membaca buku mungkin masih lebih asli, mungkin masih lebih baik tapi kalau kita tidak membaca bukunya tetapi rajin membuka hp membaca ulasan-ulasan yang sudah kadang-kadang warnanya sudah berbeda, ini lebih berbahaya dibandingkan membaca buku asli.

Karena sudah ada intinasi personal dari sang penulis di era digital ini. A. Buya berharap mari kita semua harus mewaspadai, karena bukan hanya sekedar trans ideologi sudah masuk disini tetapi benih-benih ideologi lain sudah mulai dimunculkan dalam gerakan-gerakan yang lain.

Nampak hadir dalam acara tersebut diantaranya Dandim 0827/ Sumenep, Letkol Inf. Ato Sudiatna, Kapolres Sumenep, AKBP Muslimin, Ketua FPKUB Sumenep dan juga dihadiri Letkol Inf. Drs. Didi Suryadi, M. AP sebagai narasumber. (kom/far/rest)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here