Bupati A. Busyro Karim, Buah Srikaya Potensi Sumenep Yang Harus Dilestarikan

0
641
Foto : Bupati Sumenep, A Busyro Karim mengadiri festival buah srikaya di lapangan Bluto Kecamatan Bluto

Sumenep, Bongkar86. Com – Bupati Sumenep, Busyro karim bersama OPD setempat menghadiri Festival Srikaya Sumenep tahun 2019, yang berlokasi di lapangan Karapan Sapi Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Minggu 24/3/2019.

Kegiatan Festival Srikaya itu digelar oleh sekelompok kaum muda Semenep yang bekerjasama dengan pemerintah kabupaten setempat dan didukung juga oleh bupati Sumenep, Busyro Karim.

Bupati Sumenep, A Busyro Karim dalam sambutannya menyatakan berterimakasih kepada anak-anak muda sumenep dan panitia yang telah menggagas dan melaksanakan acara Festival Srikaya ini.

“Ini penting sekali dalam rangka mengangkat ciri khas kabupaten Sumenep di kancah nasional dan internasional,” terang bupati.

Orang nomer satu di kabupaten Sumenep itu menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan dorongan kepada kaum muda kreatif demi untuk Sumenep yang lebih baik kedepan.

“Ini salah satu potensi Kabupaten Sumenep yang harus dilestarikan dan dikembangkan, jadi saya pasti akan dorong untuk itu,” tegas istri Nur Fitriana itu.

Sementara ditempat yang sama Faidhal Rahman salah satu panitia menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Bupati Sumenep, Busyro Karim serta para yang terlibat dalam acara itu.

“Alhamdulillah kami bisa melaksanakan kegiatan yang sebenarnya cuma bermula dari diskusi di grup WA ini. Persiapannya tidak sampai satu bulan. Ini di luar ekspektasi kami,” ucap Faidhal Rahman.

Menurut Faidhal Rahman, kegiatan ini dipamerkan segala macam makanan dan kue dengan bahan dasar buah Srikaya. Mulai dari kue lumpia, kue lumpur, sampe mochi.

“Setelah ini kami ingin menindaklanjutinya dengan semacam workshop untuk mengkaji mana saja dari kuliner berbahan dasar srikaya ini yang ekonomis, layak jual, dan bisa diproduksi secara massal,” ungkapnya.

Lebih luas Faidhal Rahman mengatakan, penting sekali mendorong kreatifitas dan industrialisasi makanan-makanan khas seperti buah srikaya. Karena buah ini tidak ada di semua daerah.

“Secara alamiyah Bluto sudah dikenal sebagai sentra buah srikaya, bahkan buah srikaya dari kecamatan-kecamatan lain dibawa ke sini untuk dipasarkan. Jadi tinggal bagaimana mendorong masyarakat dan khususnya para petani buah ini bisa mengkreasinya menjadi kuliner dengan kemasan yang lebih modern,” imbuhnya.

Bahkan ucap Faidhal Rahman ke depan durinya berkomitmen untuk kembali melaksanakan Festival Srikaya ini dengan persiapan yang lebih matang agar lebih meriah dan cukup layak didatangi oleh wisatawan domestik dan manca negara.

“Ini hanya permulaan, nanti insyallah akan kita bikin yang lebih baik lagi dari ini,” inginnya.(Yas/Rest).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here