Bentrok dengan Polisi, Satu Mahasiswa Terluka  

0
673

Sumenep, Bongkar86.Com – Puluhan mahasiswa yang tergabung Gerakan Mahasiswa Sumenep (GMS) yang melakukan aksi penolakan revisi Undang-Undang MD3, ke Kantor DPRD Sumenep, Madura Jawa Timur, bentrok dengan aparat kepolisian saat para pendemo mau masuk ke dalam kantor DPRD setempat.

Pantau media dilapangan salah satu mahasiswa (peserta aksi ) sempat terlibat duel dengan salah satu polisi sehingga kejadian tersebut mengakibatkan salah satu mahasiswa mengaku terluka akibat bentrokan dengan polisi.

Bentrokan antara mahasiswa dan polisi baru mereda saat Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma menemui pendemo dan memberikan komitmennya dihadapan massa aksi.

Korlap aksi GMS, Mahfud Amin mengaku kecewa terhadap aparat kepolisian Polres Sumenep, sebab salah satu peserta aksi sampai ada yang terluk, akibat bentrok yang dilakukan oleh polisi terhadap aksi terlalu keras.

“Menurut Mahfud kejadian tersebut menganggap kepolisian tidak mampu memediasi, karena tidak memberikan izin masuk ke Kantor DPRD Sumenep,” Jelasnya, Mahfud,  Rabu (21/2/2018).

“Padahal Kita sudah mendapat izin dari Ketua DPRD, untuk masuk ke dalam tapi polisi malah menghadang kami dengan keras.Sehingga Hak-hak kami dirampas pihak kepolisian,” tegasnya.

Bahkan Mahfud mengancam akan melakukan aksi demo ke Polres Sumenep terkait kejadian ini yang dilakukan oleh oknum anggota Polres Sumenep.

Aksi mahasiswa dari GMS ke Kantor DPRD Sumenep tersebut, untuk menolak revisi UU MD3 karena dianggap bertentangan dengan uud 45 pasal 28 d ayat 1. Dalam aksinya, mahasiswa berjalan mundur menuju kantor DPRD sambil membawa keranda. Mahasiswa juga melakukan sholat jenazah sebagai kritikan atas matinya demokrasi di Indonesia jika UU MD3 disahkan.(Apo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here