Bejat, Cabuli Anak Kandungnya Selama 10 Tahun, Bapak ini Ditangkap Polisi

0
559

Surabaya, Bongkar86. Com – Cabuli anak kandungnya sendiri, berinisial AM (54) warga Karang Asem, Surabaya ditangkap Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. Rabu 30/1/2019.

Tersangkan (AM) ditangkap oleh Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya atas laporan korban bersama tantenya. Dan bahkan, Persetubuhan sedarah ini dilakukan tersangka sejak tahun 2008, “kata Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni.

Menurut Ruth Yeni, tersangka (AM) melakukan aksinya terhadap korban ( putrinya ) sejak berusia 13 tahun, pada saat kondisi rumah sepi, “jelasnya. Rabu 30//2019.

“Bahkan kata Ruth Yeni, korban dilakukan tersangka (AM) di kamar anaknya, yaitu dikamarnya sendiri dan kamar mandi, ” terangnya.

Lanjut Ruth Yeni, Ini kasus yang miris, kami mengungkap perkara ini ngelus dada, artinya 10 tahun perbuatan itu. Bapak ini 10 tahun memaksa anaknya, menyetubuhi anak kandungnya yang dilakukan di rumah sendiri, ” ucapnya.

“Setelah 10 tahun menghadapi perbuatan sang ayah, korban yang mulai beranjak dewasa memberanikan diri kabur dari rumah dan dirinya kemudian mengadu kepada tantenya, hingga kemudian didukung untuk melaporkan perbuatan tersebut ke polisi.

Bahkan, korban saat ini sudah berusia 23 tahun, kuliah dan dapat beasiswa. Terakhir dilakukan bapaknya tanggal 21. Dia kabur tanggal 23 dan pada tanggal 24/1/2019 keesokan harinya korban didampingi tantenya melapor ke Polrestabes Surabaya.

Ruth menambahkan, korban yang tertekan dengan beban psikisnya kemudian melaporkan ke Unit PPA Polrestabes Surabaya.

“Saat dilakukan penangkapan di rumah tersangka, tersangka sempat mengelak dan tidak mau mengaku. Apalagi ibu kandung korban tidak tahu apa-apa.

Semenjak empat tahun lalu, tindak asusila itu dilakukan tersangka di rumah yang dihuninya saat istri pergi bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

“Tersangka juga mengancam korban untuk tidak menceritakan perbuatan ayahnya.

Namun, setelah empat tahun perlakuan itu, korban akhirnya bercerita ke ibunya lantaran tersangka kerap melarang korban keluar rumah dan selain itu, korban juga bercerita merasa sakit akibat perlakuan ayahnya.

“Yang jelas bapaknya bilang tidak boleh cerita ke siapapun, ancaman jangan bilang ke ibu. Karena dongkol sama bapaknya nggak boleh keluar rumah, dia cerita,” kata Ruth Yeni.(hms/red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here