Anggota DPRD Sumenep Tekankan Pembangunan Gedung Poli Anak Selesai Tahun Ini

0
60
Foto: M Ramzi, Anggota DPRD Sumenep

Sumenep, Bongkar86. Com – Pembangunan gedung Poli Anak RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Jawa Timur pada tahun kemarin sempat dihentikan lantaran pihak rekanan tidak mampu menyelesaikan pembangunan tersebut sampai dengan batas akhir kontrak.

Dan, pada tahun ini mega proyek tersebut akan dilanjutkan. oleh sebab itu, agar tidak terjadi kejadian seperti kemarin Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep tekankan proses pembangunan gedung Poli Anak RSUD Sumenep harus selesai tahun ini.

“Kami (DPRD) tidak ingin kejadian tahun kemarin kembali terulang tahun ini, proses pembangunan Poli Anak tidak boleh lagi putus kontrak sebelum pekerjaan selesai” kata M Ramzi, Anggota DPRD Sumenep, Senin (02)/09/2019).

Dengan cepatnya selesai pembangunan tersebut menurutnya akan berdampak baik terhadap masyarakat. Pasalnya adanya gedung Poli Anak sebagai upaya agar pelayanan kesehatan kepada usia anak-anak akan semakin maksimal.

Politisi dari partai hanura tersebut juga menyebutkan nominal anggaran untuk mepanjutkan proses pembangunan tersebut.

“Pemerintah Daerah dalam melanjutkan pembangunan gedung itu sudah menyediakan anggaran besar sekitar Rp2,5 miliar, jadi tidak boleh lagi putus kontrak,” tegasnya.

Lanjut Ramzi, dengan peristiwa putusnya kontrak pembangunan tersebut menjadikan anggaran yang dikeluarkan pemerintah menjadiubazir.

“Kasian masyarakat, karena anggaran tersebut diambil dari uang rakyat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat (PUPR) dan Cipta Karya, Sumenep Moh. Jakfar menargetkan pembangunan Poli Anak selesai tahun 2019 ini.

“Pembangunan RSUD tahun ini kami tuntaskan,” katanya.

Pembangunan Gedung Poli Anak dimulai tahun 2018, saat itu Pemerintah menganggarkan sebesar Rp10 miliar lebih untuk pembangunan itu. Namun, hingga akhir tahun, rekanan tidak mampu menuntaskan perkerjaan hingga akhir tahun, terpaksa diputus kontrak.

“Dari anggaran Rp10 miliar lebih, akan dibayarkan tanggungan pada rekanan yang pertama menggarap kurang lebih 8 miliar,” jelasnya.

Sementara anggaran kelanjutan proyek itu kata dia dianggarkan sebesar Rp2,5 miliar. Proses lelang saat ini selesai. “Sudah selesai, tinggal pekerjaan fisiknya. Pokoknya tahun ini kami selesaikan,” tutunya.(naf/rest/apo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here